Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Sedikit Cerita Tentang Semua Hal

Bagian 1, Aku. Apa kabar? Lama tidak berjumpa. Jika kau bertanya mengapa aku berhenti menulis, jawabannya adalah aku tidak berhenti. Hanya saja, aku kehilangan kemampuan menulisku. Puisi-puisi sedih yang dahulu kutuliskan, sudah tidak terlintas satu bait pun dalam benak. Kupikir karena aku cukup bahagia saat ini. Bahagia tentang segala hal. Sejujurnya aku masih ragu, apakah aku benar-benar bahagia, atau aku memang bodoh? Atau satu hal lagi, apakah aku sedang menikmati hidupku saat ini, yang tidak sulit tetapi juga tidak mudah. Saat kubaca tulisan-tulisanku yang lalu, aku berpikir "Apa benar aku yang menulis ini semua? Namun, mengapa sekarang sudah tidak bisa?" Tanda tanya inilah yang menjadi teka-teki selanjutnya, sesuatu yang harus kutahu penyebabnya. Aku bukan penyair berdarah yang akan menulis hanya ketika terluka, pun di saat-saat bahagia kupikir aku harus menulis.  Namun, sesuatu yang tercipta dari duka jauh berbeda dengan sesuatu yang tercipta dari suka. Apakah orang-or...

Postingan Terbaru

Kritik Sastra Novel Biola Tak Berdawai Menggunakan Pendekatan Pragmatik

Esai "Oud Batavia, Sebuah Kota Tua di Pinggiran Ibukota"

Kritik Sastra Puisi "Sendiri" Karya Chairil Anwar

Rumah

Manfaat Praktikum Sastra

Jutaan Liter Darah yang Sia-Sia

DUSTA

She Was Pretty: "The Actor"

Jejak Hujan

Untuk Orang-Orang yang Terpisah